PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa terhindarkan lagi, khususnya dalam bidang kebahasaan. Eksistensi bahasa harus terus dijaga dan dikembangkan sesuai dengan skala prioritas. Perlu ketepatan dalam penempatan penggunaan bahasa baik bahasa asing, maupun bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan lembaga dengan program kerja yang terukur untuk mengembangkan kebahasaan secara proporsional agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Beberapa hal itulah yang mendasari dibentuknya Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Indraprasta PGRI pada tahun 2002. Sebagai unit pelaksana teknis, maka Lembaga Pengembangan Bahasa Unindra berkonsentrasi pada ranah kebahasaan yang mencakup pengajaran bahasa, pengembangan bahasa Indonesia dan Inggris, uji kompetensi berbahasa, dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga bahasa untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah kebahasaan yang dihadapi bersama.

VISI

Menjadi lembaga yang andal dalam mewujudkan insan profesional yang peduli, kreatif, mandiri, dan adaptif dalam bidang bahasa.

MISI

  1. Mendukung program internasionalisasi Bahasa Indonesia;
  2. Mengembangkan pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang berorientasi pada iptek serta situasi global;
  3. Meningkatkan mutu berbahasa yang mengacu pada dinamika kebahasaan;
  4. Menyelenggarakan penerjemahan bahasa, Inggris-Indonesia dan Indonesia-Inggris, sebagai bentuk sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan;
  5. Menyelenggarakan uji kompetensi berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris;
  6. Meningkatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kebahasaan; dan
  7. Bekerja sama dengan lembaga kebahasaan di bidang pendidikan atau non-kependidikan baik dalam lingkup universitas, nasional, dan internasional secara profesional.

TUJUAN

  1. Berperan aktif dalam menginternasionalkan bahasa Indonesia melalui program BIPA;
  2. Menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam pengajaran bahasa;
  3. Menghasilkan sumber daya yang cakap dalam berbahasa Indonesia dan Inggris berdasarkan regulasi dan kesepakatan kelompok keilmuan;
  4. Menghasilkan tenaga profesional di bidang penerjemahan baik Indonesia-Inggris, maupun Inggris-Indonesia;
  5. Menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai legalitas berbahasa sehingga mampu bersaing secara global;
  6. Menghasilkan penelitian dan kegiatan abdimas di bidang kebahasaan yang berkualitas dengan mitra lokal, nasional, dan internasional; dan
  7. Mengadaptasi perkembangan kebahasaan dan menyelenggarakan kegiatan dengan lembaga lain sebagai bentuk transfer pengetahuan dan penyelesaian masalah.